Senin, 20 Mei 2013

TEKNIK PELAPISAN LOGAM (CHROME)

a.     Electroplating


        Dalam teknologi pengerjaan logam, secara sederhana, electroplating dapat diartikan sebagai proses pelapisan logam, dengan menggunakan  bantuan arus listrik dan senyawa kimia tertentu guna memindahkan partikel logam pelapis ke material yang hendak dilapis.
        Pelapisan logam dapat berupa lapis seng (zink), galvanis, perak, emas, brass, tembaga, nikel dan krom. Penggunaan lapisan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kegunaan masing-masing material. Proses electroplating mengubah sifat fisik, mekanik, dan sifat teknologi suatu material. Salah satu contoh perubahan fisik ketika material dilapis dengan nikel adalah
bertambahnya daya tahan material tersebut terhadap korosi, serta bertambahnya kapasitas konduktifitasnya. Adapun dalam sifat mekanik, terjadi perubahan kekuatan tarik maupun tekan dari suatu material sesudah mengalami pelapisan dibandingkan sebelumnya.
        Karena itu, tujuan pelapisan logam tidak luput dari tiga hal, yaitu untuk meningkatkan sifat teknis/mekanis dari suatu logam, yang kedua melindungi logam dari korosi, dan ketiga memperindah tampilan (decorative)


b.     Proses Elektroplating

  1. Butting   yaitu proses penghalusan permukaan barang yang akan dilapisi. dalam proses penghalusan tersebut menggunakan emery (amplas)  yang berupa kain 120-130 kali putaran..
  2.  Preparasi    yaitu proses inspeksi keseluruhan kondisi barang yang akan di elektroplating. setelah inspeksi dilakukan, barang yang akan diplating ditempatkan pada rig yang disesuaikan dengan bentuk dan dimensi barang tersebut..
  3. Degreding  yaitu proses pembersihana dari kotoran, minyak, cat, ataupun lemak. dalam proses pembersihan ini digunakan larutan NaOH (air sabun) sebagai metalcleaner. alat yang digunakan dalam proses ini adalah bak yang terbuat dari plat seng yang didalamnya berisi larutan NaOH yang dipanaskan selama 30-60 menit  dengan suhu 60-70 derajat, dengan konsentrasi larutan 20 gr/liter-100 gr/liter. Bak yang digunakan 150x120x70 Cm. setelah pelaksanaan proses ini, lalu dilaksanakan proses pembilasan dengan menggunakan air.
  4. Pickling.    yaitu proses pencelupan setelah degreding ke larutan picking yang terbuat dari asam Klorida (HCL) 32% yang berfungsi untuk menghilangkan koral pada permukaan barang. proses ini dilakukan selama 3-5 menit lalu dibilas dengan air sebanyak 3 kali ditempat yang berbeda.
      
  5. Etching     yaitu proses pembukaan pori-pori dengan menggunakan larutan asam sulfat (H2SO4  10%) yang digunakan untuk mempercepat proses pelapisan nickel chrome. proses ini dilakukan selama 3-5 menit. lalu dibilas dengan menggunakan air yang mengalir.
  6. Nickel Plating    yaitu proses pelapisan logam dengan menggunakan logam nickel sebagai pelapisnya.  Tujuannya adalah untuk melindungi logam dasar dari serangan korosi larutan elektrolit. Bahan yang digunakan adalah nickel sulfat. benda yang akan dilapisi dicelupkan dalam larutan elektrolit selama 15 menit dengan temperatur 55-65 derajat celcius.
  7. Chrome Plating      yaitu proses finishing pada proses elektroplating Nickel. Fungsinya sebagai usaha untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi, aus, dan anti gores, serta meningkatkan aspek dekoratif terhadap benda yang dihasilkan sehingga menjadi mengkilat dan halus permukaannya. pencelupan selama 15-60 menit pada temperatur 40-55 derajat celcius dalam larutan chromic acid.
  8. Drying     yaitu proses pengeringan dari chromplating yang terdiri dari 2 cara :  dengan media pencelupan air panas suhu 60 derajat celcius untuk pembersihan dan dengan cara menganealing (mengoven) barang yang sudah dilapisi 


c.     Prinsip Dasar Electroplating
       
       Kita mengenal istilah anoda, katoda, larutan elektrolit. Ketiga istilah tersebut digunakan seluruh literatur yang berhubungan dengan pelapisan material khususnya logam dan diilustrasikan seperti pada Gambar 1.
Gambar 1.  Anoda, Katoda dan elektrolit


  • Anoda adalah terminal positif, dihubungkan dengan kutub positif dari sumber arus listrik. Anoda dalam larutan elektrolit ada yang larut dan ada yang tidak. Anoda yang tidak larut berfungsi sebagai penghantar arus listrik saja., sedangkan anoda yang larut berfungsi selain penghantar arus listrik, juga sebagai bahan baku pelapis.
  • Katoda dapat diartikan sebagai benda kerja yang akan dilapisi, dihubungkan dengan kutub negatif dari sumber arus listrik.
  • Elektrolit berupa larutan  yang molekulnya dapat larut dalam air dan terurai menjadi partikel-partikel yang bermuatan positf atau negatif.

Karena electroplating adalah suatu proses yang menghasilkan lapisan tipis logam di atas permukaan logam lainnya dengan cara elektrolisis, maka perlu kita ketahui skema proses electroplating tersebut.

d.     Skema Proses Electroplating

        Perpindahan ion logam dengan bantuan arus listrik melalui larutan elektrolit sehinnga ion logam mengendap pada benda padat yang akan dilapisi. Ion logam diperoleh dari elektrolit maupun berasal dari pelarutan anoda logam di dalam elektrolit. Pengendapan terjadi pada benda kerja yang berlaku sebagai katoda.

Gambar 2. Skema Proses Elektropating

Sumber